Apalagi yang harus ku ceritakan padamu kawan ?
Semua tlah habis untukmu
keremajaan dan kesombongan kita
Telah lenyap bersama kabut yang turun dari semesta bernama langit
Menyerupai hujan yang dulu
kau bebas menamakan ini dengan apa saja
bahkan dengan nama-nama jalan
tempat dulu kita sering singgah sebentar menertawakan kisah kita, lantas pergi
"jangan menoleh kebelakang, jika kau takut lupa jalan di depanmu!"
begitu selalu katamu menasehatiku
Kita selalu membicarakan itu
tak peduli angin teramat dingin
tak peduli bahwa kenangan teramat lekat dalam ingatan
sebelum kau benar benar peduli apa itu perpisahan
(Purwokerto, 2oo5)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar